Catatan Mobil Listrik di RI yang Pajaknya Diusulkan Naik

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat dengan DPR pada 15 Maret menganjurkan peningkatan tarif Pajak Penjualan atas Benda Elegan( PPnBM) buat mobil elektrifikasi. Usulan ini dilandasi komentar investor yang mau ada perbandingan tarif PPnBM pada mobil listrik murni( battery electric vehicle/ BEV) serta hybrid.
” Investor berharap terdapat perbandingan antara yang full baterai dengan yang masih terdapat hybrid- nya, ialah PHEV serta full hybrid,” ucap Sri.
PPnBM mobil elektrifikasi telah didetetapkan dalam Peraturan Pemerintah No 73 Tahun 2019. Peraturan ini sudah diundangkan pada 15 Oktober 2019, tetapi baru diberlakukan Oktober 2021.
Dalam ketentuan itu BEV serta hybrid tipe plug- in hybrid electric vehicle( PHEV) bersama dikenakan tarif PPnBM sebesar 0 persen. Apabila usulan Departemen Keuangan disetujui, terdapat mungkin ketentuan itu menemukan perbaikan saat sebelum pernah diberlakukan.
Amati pula: Sri Mulyani Usulkan Tarif Pajak Mobil Listrik Naik mobil listrik buatan indonesia
Sri menguak terdapat 2 skema usulan peningkatan PPnBM. Kedua skema menaikkan tarif PHEV dan tipe mobil hybrid yang lain, ialah full hybrid serta mild hybrid. Sedangkan BEV diusulkan senantiasa 0 persen.
BEV
Mobil yang tercantum jenis BEV yang dijual di Indonesia dikala ini merupakan Hyundai Ioniq Electric serta Kona Electric. Keduanya telah meluncur bareng pada 6 November dengan harga Rp600 jutaan.
Mobil terkategori BEV yang lain di Indonesia ialah BMW i3S yang dikala ini dilego Rp1, 35 miliyar serta Tesla yang unitnya disediakan importir universal.
PHEV
Pada skema awal, tarif PPnBM buat PHEV diusulkan naik dari 0 persen jadi 5 persen. Sebaliknya pada skema kedua dinaikkan jadi 8 persen.
Mobil jenis PHEV yang dijual di dalam negara merupakan Mitsubishi Outlender PHEV serta Toyota Prius PHEV. Spesial Prius PHEV, penjualannya masih dicoba fleet kepada pembeli tertentu.
Full Hybrid
Mobil full hybrid diklasifikasikan jadi jadi 3 tipe yang penjabarannya diatur dalam PP 73/ 2019 Pasal 26, Pasal 27, serta Pasal 28.
Full hybrid Pasal 26 diusulkan naik dari 2 persen jadi 6 persen pada skema awal serta naik jadi 10 persen pada skema kedua.
Full hybrid Pasal 28 rencananya senantiasa 8 persen pada skema awal serta naik jadi 12 persen pada skema kedua.
Terdapat banyak mobil full hybrid yang dijual di Indonesia mengingat merk Jepang masih fokus pada jenis ini. Mobil tipe ini di antara lain Toyota Corolla Cross Hybrid, Toyota Camry Hybrid, Toyota C- HR Hybrid, Toyota Corolla Altis Hybrid, Toyota Prius, serta Nissan Kicks.
Mild Hybrid
Mobil tipe mild hybrid diklasifikasikan jadi 2 tipe semacam diatur pada Pasal 29, Pasal 30, serta Pasal 31.
Mild hybrid Pasal 29 diusulkan senantiasa 8 persen pada skema awal serta naik jadi 12 persen pada skema kedua.
Mild hybrid Pasal 30 diusulkan senantiasa 10 persen pada skema awal serta naik jadi 13 persen pada skema kedua.
Mild hybrid Pasal 31 diusulkan senantiasa 12 persen pada skema awal serta naik jadi 14 persen pada skema kedua.
Sepanjang ini cuma terdapat satu produsen yang sempat menjual mobil mild hybrid di Indonesia ialah Suzuki dengan Ertiga Diesel Hybrid. Mobil ini mulai dijual pada 2017, tetapi setelah itu disuntik mati satu tahun setelah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *