Seragam Militer Surplus

Salah satu kelebihan item militer terbaik adalah konveksi seragam yang digunakan tentara saat beraksi. Seragamnya banyak dipakai, namun mereka bertahan melalui kondisi terberat dalam hal cuaca dan pertempuran.

Semua cabang militer entah baru-baru ini berganti seragam atau sedang dalam proses melakukannya. Setiap cabang telah berubah dari Battle Dress Uniform (BDU). Seragam baju perang telah menjadi item surplus militer sejak menjadi edisi standar pada bulan September 1981. Itu termasuk topi, kemeja, celana, dan jaket lapangan M65.

BDU terbuat dari katun atau kombinasi katun dan nilon atau poliester. Semua barang BDU dibuat dengan tenunan ripstop untuk memastikan daya tahan. Dua versi berbeda dari jaket itu dibuat: satu untuk cuaca panas dan satu lagi untuk cuaca sedang. BDU awalnya datang dalam Kamuflase Hutan, tetapi kemudian tersedia dalam pola lain.

Baca Juga: Indahnya Motret Sunrise di Puncak Gunung Bromo

BDU menjadi item surplus militer yang tidak sah pada tanggal 30 April 2008, tetapi banyak anggota militer terus menggunakannya.

Cabang pertama yang menerapkan seragam baru adalah Marinir. Uniform baru ini disebut Marine Corps Combat Utility Uniform (MCCUU), dan menggunakan desain MARine PATtern (MARPAT). Polanya adalah kamuflase “digital”, terdiri dari “piksel” kecil warna, yang tersedia dalam warna hutan dan gurun. Pergantian berlangsung dari 2001 hingga 2004.

Angkatan Darat berikutnya yang berubah dari BDU menjadi desain kemeja kerja Seragam Tempur Tentara (ACU) yang baru. Perubahan tersebut terjadi dari 2005 hingga 2007. Seperti Marinir, Angkatan Darat menggunakan pola kamuflase “digital” yang disebut Pola Kamuflase Universal. Pola ini bekerja dengan baik di daerah berhutan dan gurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *