Teknologi Buatan Indonesia Siap Jangkau Asia Tenggara

Menteri Studi serta Teknologi/ Kepala Tubuh Studi Inovasi Nasional( BRIN) Bambang Brodjonegoro mendesak pergantian paradigma ekonomi yang berbasis sumber energi alam( SDA) jadi inovasi supaya bisa mewujudkan Indonesia selaku negeri berpendapatan besar.
Studi serta inovasi diyakini Bambang selaku kunci pemakaian SDA yang sepanjang ini cuma dimanfaatkan secara ekstratif. Buat menggapai visi tersebut, terdapat sebagian perihal yang wajib dicoba, ialah menguatkan mutu studi serta inovasi, dan pelaksanaan hasil studi di lapangan.
” Jangan hingga terhenti di lab ataupun publikasi, tetapi wajib dilanjutkan ke arah industri,” kata Bambang dalam kegiatan focus group discussion( FGD) berjudul Urgensi Terjadinya Organisasi serta Kelembagaan Kemenristek/ BRIN pada Februari kemudian.
Sepanjang ini, banyak pemecahan teknologi business- to- business dirancang buat industri besar, tetapi sedikit yang memperhitungkan kebutuhan UMKM. Buat itu, pada November 2020 industri teknologi Grab meluncurkan Grab Tech Center yang didedikasikan buat menunjang pergerakan para pelakon UMKM tips dan trik teknologi .
President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata berkata, Grab Tech Center ialah bagian dari komitmen jangka panjang serta berkepanjangan di Indonesia yang bertujuan tingkatkan kapabilitas teknologi buat membangun pemecahan cocok kebutuhan warga.
Pusat teknologi Grab Tech Center mengambil fokus pada bermacam pengembangan pemecahan yang asli buatan Indonesia buat para pelakon UMKM, mitra merchant, serta agen GrabKios. Mereka berniat menghasilkan fitur- fitur yang disesuaikan kebutuhan pelakon UMKM, sampai ke depannya bermacam- macam pemecahan itu bisa dimanfaatkan oleh UMKM di negara- negara Asia Tenggara yang lain.
Salah satu pemecahan UMKM tersebut merupakan fitur aplikasi GrabMerchant, ialah Registrasi Mandiri di mana pengusaha santapan bisa mendaftarkan diri serta langsung mulai melaksanakan bisnisnya di Grab dalam waktu 24 jam saja. Fitur ini diklaim memesatkan upaya digitalisasi pelakon UMKM di masa pandemi.
Wanita Muda di Balik Aplikasi GrabMerchant
Merupakan Karinna Lai, seseorang wanita berumur 24 tahun yang mengetuai pengembangan fitur Registrasi Mandiri sebagai Senior Product Manager Grab Indonesia. Baginya, banyak dari antara UMKM itu yang baru melaksanakan transformasi online buat awal kalinya serta masih hadapi gagap teknologi.
Fitur Registrasi Mandiri tercatat menolong ratusan ribu UMKM di bidang kuliner serta toko kelontong buat bergabung dengan GrabMerchant semenjak bulan Juli kemudian. Dengan jangkauan di lebih dari 500 kota, Grab sudah sukses memberdayakan lebih dari 6 juta pengusaha mikro serta UMKM.
” Kami pula mau berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan teknologi Indonesia, serta berharap bisa memboyong teknologi Buatan Indonesia ke segala Asia Tenggara,” kata Ridzki dalam peluncuran Grab Tech Center.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *